AKSI HEROIK WARGA BERHASIL LUMPUHKAN TERORIS JEMBATAN LONDON DAPAT PUJIAN DARI RATU INGGRIS, RATU ELIZABETH II
Pada Kamis malam (29/11) terjadi aksi terorisme di ibu kota Inggris, London. Dalam kasus ini ada 2 orang korban tewas di London Bridge. Aksi terorisme ini dilakukan dengan cara pelaku menusuk para korban menggunakan pisau berukuran besar. Setelah diselidiki ternyata pelaku terorisme bernama Usman Khan.
Di antara orang-orang yang mencoba menghalau aksi teroris yang dilakukan oleh Usman di London Bridge ini ada seorang koki Polandia yang memakai tanduk paus narwhal dan juga pria yang menyemprotkan pemadam api ke wajah si pelaku teroris tersebut. Selain itu, ada juga seorang polisi yang tidak bertugas dan ada dua orang pemandu tur yang juga turut membantu menghalau pelaku teror pada malam itu. Ada juga seorang mantan pidana kasus pembunuhan pada lokasi kejadian yang akhirnya turut membantu seorang wanita yang terluka akibat serangan tersebut. Aksi heroik mereka adalah murni inisiatif dan rasa kemanusiaan mereka sendiri.
Mantan napi yang sudah membantu wanita yang terluka diketahui adalah napi kasus pembunuhan bernama James Ford (42). Ia mendekam di penjara pada 2004 lalu karena kasus pembunuhan terhadap seorang gadis berusia 21 tahun. Meski memiliki masa lalu yang tidak baik ternyata tidak membuatnya kehilangan rasa kemanusiaan.
Ratu Elizabeth yang mengetahui hal tersebut mengungkapkan rasa bangganya kepada pahlawan yang turut menghalau teroris tersebut. Ratu Elizabeth juga menyampaikan doa untuk para korban penusukan.
"Pangeran Philip dan saya amat bersedih saat mendengar serangan-serangan teror di London Bridge. Kami mengirimkan duka cita, doa, dan simpati terdalam bagi mereka yang kehilangan orng-orang tercinta dan terdampak kekerasan yang terjadi kemarin. Saya menyampaikan rasa terima kasih saya yang kuat terhadap polisi dan petugas darurat, begitu juga para individual pemberani yang mempertaruhkan nyawa mereka dalam resiko demi menolong dan melindungi orang lain," ujar Ratu Elizabeth dalam pernyataan resmi.




No comments: