Ads Top

SEORANG PRIA DIDUGA DIBUNUH KEMUDIAN DIKUBUR SERTA DIBETON DI BAWAH LANTAI MUSALA DAPUR


Seorang warga Dusun Juroju, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember yang bernama Surono berumur 51 tahun diketahui sudah menghilang selama 7 bulan lamanya. Awal hilangnya Surono tidak disadari karena selama ini warga mengetahui bahwa Surono sering hidup merantau.

Namun beberapa waktu lalu, Kepala Dusun Joroju, Edi, menyampaikan bahwa anak Surono yang bernama Bahar datang menemuinya. Anak Surono ini diketahui merantau di Bali. Ia menceritakan percakapannya dengan ibunya kepada Edi.

"Malam Jumat kemaren itu Bahar ini telepon ibunya si Busani dan bercerita bahwa ibunya ini enggak jadi nikah sama si 'J' (nama seorang pria) karena istri sahnya si J yang selama ini merantau di Arab Saudi ternyata sudah pulang. Lalu Bahar bertanya kabar ayahnya kepada ibunya tapi sama ibunya ini Bahar diminta enggak usah tanya-tanya lagi tentang ayahnya karena sudah dibunuh oleh si 'J' ini," terang Edi.

Karena merasa tak terima ayahnya dibunuh akhirnya ia terus bertanya ke ibunya kenapa ayahnya dibunuh. Lalu sang ibu menjelaskan bahwa awalnya ibu dan pria bernama 'J' ini terpergok di rumahnya oleh sang ayah. Setelah itu, J langsung membunuh Surono kemudian dikubur di bawah lantai musala yang ada di dapur.


Mendengar pengaduan tersebut akhirnya pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi. Pihak kepolisian akhirnya membongkar lantai sebuah musala dapur di rumah korban. Pembongkaran tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar, Alfian nurrizal.

Ternyata perkataan anaknya ini memang benar, ditemukan jenazah laki-laki di bawah lantai tersebut. Jasad itu ditemukan dalam keadaan terbungkus dalam tumpukan sarung di bawah lantai beton dan keramik musala. Diduga setelah dikubur lalu tersangka menimbun tanah dengan beton kasar kemudian dibeton lagi sedalam 25cm lalu dilapisi keramik warna hitam. Saat ini pihak kepolisian masih akan melakukan otopsi dan melakukan investigasi atas kasus ini.

No comments:

Powered by Blogger.